Agustus 25, 2008

TEORI DARWIN BERMULA DARI TERNATE

Teori evolusi Charles Robert Darwin, ternyata bermula dari penelitian yang dilakukan Alfred Russel Wallace di Ternate, Indonesia. Demikian Profesor Doktor Sangkot Marzuki, Direktur Lembaga Eijkman, seperti disampaikan Sekretaris Kedua PTRI Jenewa, Yasmi Adriansyah, Jumat (22/8).

Menurut Profesor Sangkot, selama ini publik beranggapan Teori Evolusi merupakan buah pemikiran dan hasil penelitian dari Charles Robert Darwin, peneliti berkebangsaan Inggris kelahiran 1809. Ia meyakinkan dunia dengan Teori Seleksi Alam-nya itu dalam buku "On the Origin of Species" pada 1859, yang berisikan argumentasi dan fakta ilmiah asal-usul spesies makhluk hidup.

Anggapan publik dalam konteks sejarah, katanya, tidak dapat dikatakan sepenuhnya benar. "Sebenarnya, Teori Seleksi Alam dicetuskan Alfred Wallace melalui tulisannya 'On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely From the Original Type' pada 1858, atau setahun sebelum penerbitan buku Darwin," kata Profesor Sengkot.

Ia mengatakan, terdapat kemiripan antara Teori Darwin dan hasil penelitian Wallace. "Pada 1858, Wallace kerap melakukan korespondensi dengan Darwin, termasuk mengirimkan sejumlah hasil penelitiannya. Wallace merupakan peneliti yang miskin dan tidak jarang mendapatkan bantuan finansial dari Darwin," katanya.

Fakta itu sangat penting bagi Indonesia, kata Profesor Sengkot, mengingat sebagian besar penelitian Wallace dilakukan di Indonesia, khususnya di Ternate.

Selain pertama kali mencetuskan Teori Seleksi Alam, Wallace juga menelurkan konsep-konsep terkenal seperti Garis Wallace (Wallace Line), garis yang membelah kawasan geografis hewan-hewan Asia dan Australia. Garis-garis itu melintang di sepanjang kepulauan Nusantara (Pulau Kalimantan dan Sulawesi), serta memisahkan Selat Lombok dan Pulau Bali.

Selama melakukan penelitian antara 1854 sampai 1862 itu, Wallace berada di Indonesia. "Terdapat bukti historis, Wallace memiliki tempat tinggal di Ternate," kata Profesor Sengkot.

Berdasarkan fakta itu, Komunitas Ilmiah Indonesia akan merayakan 150 Tahun Teori Evolusi Wallace pada akhir tahun 2008, dalam bentuk diskusi dan pameran multimedia. Tujuannya, menarik perhatian komunitas internasional. Puncaknya, konferensi internasional di Ternate, tempat Wallace banyak melakukan penelitian hingga mengukuhkan diri sebagai ilmuwan pertama pencetus Teori Evolusi.(SHA/LIPUTAN6)

Note:
Kontroversi menyangkut sebuah temuan selalu bermunculan. Terlebih, untuk temuan-temuan yang "seksi" dan mendunia. Kasus terbaru, kontrovesi dan polemik temuan Homo Floresiensis di Liang Bua, Flores. Jauh dibelakang cerita itu juga berhembus persaingan sesama ilmuwan, lokal dengan lokal, lokal dengan asing, atau asing dengan asing. Tapi, inilah pertarungan mengungkap sebuah kebenaran.

Tidak ada komentar: